Senin, 04 Juli 2011
CINTA, PACARAN, SEKS: ADAKAH HUBUNGANYA?
Sahabat Link Love pasti tahu jawaban dari judul tulisan ini. Penulis yakin sahabat akan menjawab “ADA”. Penulis juga memiliki pandangan yang sama seperti anda yaitu “ADA”. Pacaran berawal dari rasa cinta, ketika cinta dan pacaran tidak bisa saling menjaga dan membatasi tidak jarang dari mereka akan terjerumus kepada apa yang disebut dengan berhubungan seks. Hubungan seks berawal dari rasa cinta yang dijalin waktu pacaran. Dua insane yang sedang memadu cinta akan berkorban satu sama lain untuk membuktikan rasa cintanya. Biasanya laki-laki lebih agresif dan menuntut bukti kepada sang cewek. Ketika tuntutan sang laki-laki tidak dipenuhi maka dia akan marah-marah, menuduh sang cewek tidak memiliki rasa cinta, penghianat, pembohong dll. Karena perempuan sifatnya mudah kasihan dan tidak tega melihat sang pacar marah-marah maka sang cewek pun akan memberikan apapun kepada sang pacar demi membuktikan rasa cintanya.
Ketika mata sudah bertamasa, memandang dari ujung rambut sampai ujung kaki. Bibir sudah mulai merayu menjanjikan sebuah kebahagiaan, kesenangan, dan keindahan. Tangan sudah mulai menapakan dirinya di ruas tubuh sang pacar, hati mulai mengebu-gebu dan pikiran mulai kelut. Tahukah anda disanalah sang Setan mulai mengeluarkan jurus terampunya untuk menjerumuskan ke lembah kesesatan. Diposisi inilah remaja tidak kuat dan akhirnya melakukan hubungan perzinahan, nauzubillahimin zalik.
Ditambah lagi dengan kemudahan-kemudahan yang disediakan oleh masyarakat yang menganggap “Pacaran” adalah bertanda kemajuan zaman dan budaya. Mereka menyediakan alat kontrasepsi berupa kondom, pil KB dan obat-obatan untuk menjegah kehamilan. Dengan banyaknya kemudahan yang disediakan pada zaman sekarang ini maka mereka dengan mudah melkukan perbuatan seks.
Yang lebih mengagetkan lagi tidak jarang dari mereka yang melakukan perbuatan seks di luar nikah melakukan apa yang disebut dengan “ABORSI”.
Oleh sebab itu, agama memberikan batasan kepada laki-laki dan perempuan dalam bergaul. Agama tidak melarang antara laki-laki dan perempuan untuk bergaul, tapi hanya saja membatasi sehingga tidak terjadi apa yang tidak dinginkan
Ketika pergaulan antara laki-laki dan perempuan tidak dibatasi maka akibatnya perzinahan akan terjadi dengan bebas. Maka tidak mengherankan akibat dari kurang terkontrolnya gaya pacaran zaman sekarang ini nilai virginitas atau keperawanan perempuan bukan barang mahal lagi. Karena siapapun bisa mereguknya dengan mudah dan leluasa. Mereka rela mengorbankan kesuciannya kepada orang yang belum pasti akan menjadi pendamping hidupnya.
Walhasil ujung-ujungnya dikecewakan, dikhianati, ditinggalin. Bayangkan betapa rugikah anda sahabatku. Anda sudah mengorbankan mahkota yang paling berharga kepada orang yang pelum jelas statusnya dan biasnaya yang menanggung beban adalah si wanita. Tentu penulis yakin sahabat tidak ingin seperti itu. Maka berhati-hatilah dengan pacaran. Tidak selamanya mul;ut pacar anda mengatakan setia. Jangan beiarkan setan menggoda anda karena pada akhirnya anda akan mendapatkan penyesalan.
Di dalam cinta tidak ada yang hina, karena sesungguhnya cinta itu suci. Cinta itu tidak pernah mengecewakan karena cinta itu setia, cinta itu tidak pernah berdusta karena cinta itu amanah, pemberian dari zat yang memiliki cinta sejati.
Percayalah ketika sahabat mampu menjaga kesucian dari cinta itu maka anda akan dijaga dengan penuh rasa cinta. Sesungguhnya cinta sangat berbeda dengan nafsu. Sahabat, betapa banyak orang yang berpura-pura merasa cinta kepada kita, mereka tidak pernah ikhlas dan mereka hanya mengharapkan keuntungan semata dari kita.
Begitu cepat harga diri kita akan sirna di mata Allah, manusia dan alam ketika kita tidak mampu menjaga cinta itu. Apalagi pacaran dan seks identik dengan kesenangan semata, tak pernah terlintas di benak kita akan kemudoratan yang melanda kita setelahnya.
Akhirnya tulisan ini mengajak kita semua untuk lebih menyadari dan mengingatkan kita tentang bagaimana gaya pacaran yang baik. Supaya senantiasa kita dipermudahkan urusan kita oleh Allah.
Belajarlah untuk lebih banyak mencintai Allah, Rasulullah, keluarga dan sahabat daripada pacar. Karena anda pasti akan menemukan kedamaian dan ketulusan akan arti cinta yang sebenarnya. Pacar anda bukan berarti jodoh anda. Tapi dia adalah ujian bagi anda, yang terkadang membuat anda akan menderita dan kecewa ketika disakitkan.
Langganan:
Postingan (Atom)
